Tampilkan postingan dengan label masjid raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masjid raya. Tampilkan semua postingan

Ada Apa Di Dalam Masjid Raya

Apa Yang Bisa Kita Lihat dan Kita Dapat Didalam Mesjid Raya?
Sebagian yang standar imannya pasti akan menjawab: kemegahan dan keindahan arsitekturnya. Tempat yang “sejuk” untuk disinggahi. Sebagian yang imannya di atas standart mungkin akan menjawab : ketaatan dan kekaguman akan Allah. Tempat yang khusyuk untuk beribadah.

Lantas bagaimana jawaban yang imannya (mungkin) dibawah standar seperti saya? Berikut ulasannya. Saat itu didalam Mesjid raya saya sedang memilih lokasi yang sedikit enak untuk Shalat; tanpa perlu tau siapa orang-orang di sekeliling.(akibat terlalu yakin mereka tidak akan mempengaruhi kekhusyukan shalat saya nantinya).

Baca juga : Anggota-anggota AFTA

Ketika memakai mukena tak sengaja saya melihat kedepan.Ada seorang perempuan muda yang telah siap shalat asik membenarkan mukena yang masih menutupinya, melalui kamera depan Smartphone miliknya.Di tariknya mukena sedikit kebelakang dan kesamping secara berulang-ulang. Kedua bibirnya ditekan-tekan agar tampak merona, mencoba tersenyum seaduhai mungkin. Dan ketika sudah merasa cukup cantik, dia-pun siap menaikkan Smartphone besarnya itu, mengambil angle terbaik untuk selfi. Skema tsb (benerin mukena-pasang muka cantik-jepret) berulang-ulang kali yang dilakukannya membuat saya geli sendiri.
Ah, perempuan!.

Saya pun mulai shalat, sambil sesekali “TER”lihat tingkahnya itu yang belum tau kapan usainya walau sudah tembus angka belasan jepretan. Siap saya shalat ternyata si perempuan muda belum juga siap dengan selfienya yang membabi buta itu. Alamak..ini pasti sudah tembus puluhan fotonya, dengan pose yang sama pula Ah, melihatnya di depan bikin pusing mata. Saya pun beralih melihat ke samping kanan, kali ada yang saya kenal.

Rupanya adegan yang sama juga tengah “live”dengan pemain yang berbeda, namun tetap dari jenis yang sama: Perempuan, tepatnya 2 perempuanS (1pemeran utama + pemeran pembantu) Kali ini tampak lebih modis pakaiannya, anak kuliahan. Bak fotografer senior, sang pemeran pembantu (membantu fotoin) duduk melipat badannya -hingga sudah mirip orang sujud- demi mendapatkan gambar terbaik dan tercantik dari sang pemeran utama yang tengah berdiri, berpose seolah hendak berjalan (dengan tangan kanan mengibaskan roknya nan kembang, sementara tangan kiri memegang ujung jilbab). Bak model senior dia pun ia membenarkan kemiringan kepalanya, demi pose menatap kubah mesjid dengan penuh takjub; tampak takjub dan tampak cantik pastinya.

Dan kali ini tak kalah seru, skema juga berulang-ulang, bahkan pemain berulang kali bertukar peran. Sebelum keluar mereka sempatkan diri melihat galeri Smartphone masing-masing. Kemudian terkekeh-kekeh melihat hasil ‘ibadah’ mereka di mesjid. Pusing Hidung Barbie. Tayangan belum berakhir, ketika hendak pulang saya pun putar arah ke belakang. Serupa tapi tak sama; ada adegan selfian berjamaah. Ah sudahlah, saya tak sanggup lagi menikmati tayangan serupa. Karena 3 tayangan tadi sudah membuat saya cukup paham kenapa Islam tidak menganjurkan para perempuan Shalat di Mesjid..
Maka untuk kali ini, Jika ditanya apa yang saya lihat dan dapatkan di dalam Mesjid Raya?
Maka jawabnya :

“Saya lihat tayangan selfie di segala arah mata angin, dan saya dapatkan ketidak husyukan.”

Semoga kedepan para akhwat lebih memperhatikan dirinya, bahwa dirinya sebenarnya adalah fitanha yang dahsyat untuk kaum lelaki, sehingga para wanita seharusnya malu untuk berdandan dan berhias di dapan umum. seharusnya mereka berhias ketika berada dirumah. berhias secantik mungkin untuk suami mereka tercinta.

Baca juga : Pengertian dari ASEAN

apa lagi yang saya lihat ini adalah untuk selfie. dan apa gunanya?? tentu saja foto hasil selfie tersebut akan digunakan di social media. mereka akan mempertontonkan kecantikan mereka di social media. Naudzubillah... Semoga Alloh senantiasa menjaga diri kita dari fitnah wanita.