Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Pendeta Saifudin Ibrahim Terbaru


Pendeta Saifudin Ibrahim Terbaru-Pendeta Saifudin Ibrahim adalah pendeta yang lahir pada tanggal 26 Oktober 1965 di Bima, Nusa Tenggara Barat, merilis buku yang berjudul “Dialog Kristen-Islam” (Penerbit Amanat Agung Indonesia, Januari 2015). Pendeta Saifudin Ibrahim gencar menyebarkan misi agar umat Islam mengikuti jejaknya untuk meninggalkan Islam menjadi pemeluk Kristen. Dalam kata pengantar di alinea pertama pada bukunya, jelas sangat terang-terangan ia menantang bahwa buku ini ditulis dengan target khusus untuk umat Islam yang ia istilahkan sebagai “keturunan Israel”.


Pendeta Saifudin Ibrahim Terbaru

Untuk meyakinkan pembaca, Pendeta Saifudin menuliskan sederet akademis sebelum menjadi pendeta, yakni : pernah kuliah di Ushuluddin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kuliah Bahasa Arab, komunikasi, kuliah di STT jurusan Theologi. Dan ia juga menyebut bahasa Arab sebagai bahasa keduanya.

Pendeta Saifudin mengaku bahwa alasannya meninggalkan Islam karena adanya kewajiban sholat yang sangat memberatkan, seperti yang dia ungkap pada bukunya, “Ibadahnya harus memakai bahasa Arab, yang tidak dimengerti oleh mereka sendiri. Mau praktik juga susah, orang Islam sendiri juga akan putus asa kalau mengikuti dengan taat. Mulai dari shalat? Orang Islam sendiri jarang yang shalat. Gak shalat masuk neraka, kalau shalat gak sempat… Dan ibadah yang paling sulit adalah shalat” (halaman 9).

Ibadah shalat yang dilakukan adalah salah satu kehebatan Islam yang tidak dimiliki Kristen karen Islam bisa beribadah shalat meneladani tuntunan Nabi Muhammad Saw yang ritualnya ditentukan secara tauqify baik gerakan, bacaan maupun syarat dan rukunnya. Hal ini jelas berbeda dengan umat Kristen yang tidak punya pegangan ibadah yang sesuai dengan teladan Yesus Kristus. Karena Alkitab (Bibel) baik Perjanjian Baru maupun Perjanjian Lama, sama sekali tidak mencatat ritual ibadah Yesus secara detil.
Pendeta Saifudin Ibrahim memiliki nama baptis Saifudin Abraham, ia menuduh bahwa Alquran penuh dengan pertentangan ayat yang tidak bisa dijawab oleh para ulama maupun ahli tafsir Alquran.

Di dalam bukunya, Saifudin Ibrahim dalam bab 8, ‘Perkawinan-perkawinan Muhammad’, ia menuduh bahwa Rasulullah adalah budak nafsu dan dibahas pula istrinya satu per satu. Selain itu, ia juga melecehkan syariat ibadah haji yang ditulis sebagai berikut, “Naik haji hanya bagi yang mampu. Muhammad bersabda demikian, “Al-hajjum mabruurun laisa lahu illal jannah,” artinya: orang naik haji mabrur balasannya adalah surga.” Gak mampu ya gigit jari” (halaman. 10).

Tulisan tersebut jelas salah karena arti kutipan hadist tersebut adalah, dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Saw  bersabda : “Haji yang mabrur tidak balasan baginya kecuali surga” (HR. Bukhari dan Muslim) yang tertulis dalam hadits itu adalah sebagai berikut: “Al-hajju al-mabruuru laisa lahu jazaa’un illa al-jannah” atau “Al-hajjul-mabruuru laisa lahu jazaa’un illal jannah.”
Menulis kata “al-hajju” dengan “al-hajjum” jelas salah karena kata nakirah (yang diawali dengan al tidak bisa ditanwin). Menulis “al-mabruuru” dengan “mabruurun” juga mempertegas kesalahannya karena struktur kata ini adalah sebagai “na’at” yang harus memakai “al” dan tidak ditanwin, mengikuti (tabi’) kepada man’ut. Selain itu, menghilangkan kata “jazaa’un” dalam hadits tersebut semakin menambah daftar kesalahan pada buku yang ditulis Pendeta Saifudin Ibrahim, karena membuat terjemah hadits menjadi pincang.

Baca Juga : Sejarah kerajaan islam di indonesia

Pendeta Saifudin Ibrahim diajak kembali oleh anak-anaknya, Fikri Khoemini, Saddam Hussein, dan Moammar Khadafi untuk memeluk Islam. Namun Saifudin Ibrahim yang sudah yakin dengan imannya menyanggah ajakan anak-anaknya tersebut. Ia mengatakan bahwa ia tidak akan kembali kepada Islam lagi karena saat ini sudah menemukan kbenaran, yaitu Yesus Kristus. Nauzubillah.. semoga beliau bisa mendapatkan hidayah kembali sebelum ajal menjemput. Aamiin

Berikut Video tentang Pendeta Saifudin Ibrahim Terbaru yang mengajak orang untuk meneinggalkan ajaran islam


Kisah Pendeta Saifudin Murtadkan Umat


Kisah Pendeta Saifudin Murtadkan Umat-
Saifuddin Ibrahim yang sudah dibaptis dengan nama Abraham merupakan ayah dari 3 orang anak. Dia bergelar Kyai Haji dan merupakan Guru Besar Universitas Muhammadiyah yang meninggalkan jabatan dan beralih memeluk agama Kristen. Istrinya terkejut dan menangis selama berhari-hari, dan berkata kepada Saifudin yang dia utarakan dengan bahasa Jawa, “Kamu pikir kamu itu siapa? Kowe itu Kyai! Kok iso-isone dadi wong Kristen? (Kamu itu Kyai! Kok bisa-bisanya jadi orang Kristen?).

Saat putranya yang bernama Saddam Hussein mengetahui ayahnya sudah memeluk agama Kristen, Saddam bertanya, “Mengapa Ayah masuk Kristen?” Syaifudin memberi alasan kepada anaknya. Dan alasan meninggalkan Islam juga disebutkan Syaifudin dalam dua bukunya yang ia tulis sendiri yang berjudul : Kenapa Saya Memilih Kristus (KSMK) dan Dialog dengan Saddam Husein (DDSH).

Kisah Pendeta Saifudin Murtadkan Umat

Saifudin Ibrahim lahir dan besar dari keluarga Muslim dan ayahnya adalah seorang guru agama. Pamannya adalah seorang pendiri Muhammadiyah di Bima dan mertuanya adalah tokoh Islam di Kota Jepara.

Saifudin lulus dari SMA di Bima, Nusa Tenggara Barat dan kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Ushuluddin jurusan Perbandingan Agama. Setelah lulus kuliah ia menjadi pengajar di Bangsri Jepara pada tahun 1996, dan mengajar di Pesantren Darul Arqom Sawangan, Depok, Jawa Barat. Pada tahun 1999, Saifudin mulai mengajar NII Al Zaytun Panji Gumilang di Haurgeulis, Indramayu yang merupakan pesantren terbesar di Indonesia dan memiliki masjid yang bisa menampung 150.000 orang. Selama 6 tahun ia mengajar Al Quran, Hadist, aqidah, akhlak, sejarah kebudayaan Islam, dan jurnalistik.

Saifudin merupakan dewan guru yang paling dikenal oleh para santri dan wali santri. Selain itu, dia juga dikenal baik oleh masyarakat Haurgeulis, Indramayu. Saifudin juga dikenal sebagai salah satu tokoh Muhammadiyah yang sangat aktif menyerang Kristianiti. Namun saat ia mulai kuliah di Universitas Muhammadiyah, ia mulai mempelajari isi Alkitab yang puncaknya di akhir bulan November 2005, setelah 6 tahun menjadi dewan guru pesantren Al Zaytun Panji Gumilang, ia dihadiahi Alkitab oleh para tamunya sebanyak 1.400 buah. Tamu-tamu tersebut adalah orang dari The Gideon International cabang Jakarta dan Cirebon. Dan saat itulah Saifudin mulai tertarik ajaran Kristen.

Pada tanggal 4 Maret 2006, lebih tepatnya kurang dari 3 bulan, ia berangkat dari Indramayu ke Cirebon untuk minta dilayani bagaimana cara menjadi orang Kristen. Ada 18 orang yang menunggunya di dalam rumah, mereka dari Semarang, Cilacap, Cirebon, dan Jakarta. Saat mulai duduk, Saifudin ditanya berbagai macam hal. Ia merasa hampir saja gagal menjadi Kristen saat ada pertanyaan yang membuatnya naik darah, “Apa agama yang membuat orang selamat dan masuk sorga?” Saifudin kebingungan untuk menjawab dan memutuskan tidak menjawab pertanyaan itu. Ia hanya menjawab, “Pak, saya ini orang buta, tuntun saya terima Yesus, sudah, jangan tanya macam-macam.” Tanpa ia sadari, jawaban yang dia lontarkan membuat semua yang mendengar menjadi terkesima dan tidak menanyakan apapun lagi. Mereka tiba-tiba menarik Saifudin ke ruang sebelah untuk membuat surat pernyataan di atas materai 6000. Setelah itu, pada jam 5, mereka semua berdoa bersama-sama.

Itulah kisah pendeta Saifudin murtadkan umat yang bisa kami sampaikan. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat untuk Anda. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel kami. 

Anies Akan Bertindak Tegas Jika Alexis Nekat!!

Gubernur baru DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan akan menindak tegas jika hotel Alexis tetap nekat untuk beroperasi karena pemerintah Provinsi DKI telah memutuskan untuk menolak permohonan perpanjangan izin usaha bagi hotel Alexis ataupun Griya spa yang ada di dalam hotel tersebut.
Hotel Alexis akan ditindak tegas oleh anies
Hotel Alexis akan ditindak tegas oleh anies
"pertama kami akan eksekusi dan pastikan untuk tidak ada kegiatan didalamnya kami pastikan juga di hari-hari kedepan semua aturan daerah harus ditaati dan apabila ada pelanggaran maka kami tidak akan pandang bulu" kata Anis setelah menutup operasi mantap Praja Jaya 2017 di mapolda Metro Jaya Jakarta Selatan Selasa (31 Oktober)

kemudian Anis menambahkan, selama pengelola hotel Alexis mematuhi kebijakan Pemprov DKI Jakarta maka pihaknya tidak akan melakukan eksekusi "karena yang kami minta ialah menghentikan kegiatan", katanya lagi.

mantan menteri pendidikan dan kebudayaan tersebut mengaku sudah menempatkan beberapa anggotanya untuk memantau kegiatan di hotel yang telah diduga melakukan praktik prostitusi tersebut, jika ada laporan Hotel beroperasi lagi maka Anis memastikan akan mengerahkan tugas keamanan.
"semua berdasarkan pada laporan yang ada, kemudian akan kami eksekusi. izin tidak diberikan karena itu tidak bisa beroperasi lagi" jelas Anis

Pidato Anies-Sandi di Edit dan di Potong

Pidato Anies Baswedan semalam di Balaikota, adalah salah satu pidato terbaik yg pernah disampaikan oleh seorang Gubernur DKI Jakarta pada pengukuhannya.

Khas Anies yg pandai menyusun tata letak kata dan memilih kosa kata pada kalimatnya, semalam pun demikian.

pidato anies-sandi
foto pidato Anies-Sandi

Ketika mendengar langsung pidatonya, saya yg berdiri di belakang Anies berdekatan dengan berdirinya pak Mardani Ali Sera, sudah menduga isi pidatonya akan diplesetkan.

Oleh pihak lawan, pidato itu akan dipotong dan disalah-salahkan. Diedit dan disara-sarakan. Saking bagus dan benarnya hal-hal yg ditunjuk Anies dalam pidatonya. Apalagi pidato itu mengajak rakyat untuk bangkit secara ekonomi, bersatu, dan menjadikan Jakarta untuk warga Jakarta. Jangan sampai ada seseorang yg bekerja keras tapi orang lain yg menikmatinya.

●INILAH PIDATO ANIES BASWEDAN, GUBERNUR DKI JAKARTA 2017-2022, DALAM PESTA RAKYAT PELANTIKAN GUBERNUR, 16 OKTOBER 2017:

Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillahi rabbil alamin.

Saudara-saudara semua warga Jakarta.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera. Om swastiastu. Namo buddhaya.

Saudara-saudara semua, hari ini satu lembar baru kembali terbuka dalam perjalanan panjang Jakarta. Ketika niat yang lurus, ikhtiar gotong-royong dalam makna yang sesungguhnya, didukung dengan doa-doa yang kita terus bersama panjatkan, maka pertolongan dan ketetapan Allah SWT itu telah datang.

Tidak ada yang bisa menghalangi apa yang telah ditetapkan oleh-Nya, dan tidak ada pula yang bisa mewujudkan apa yang ditolak oleh-Nya. Warga Jakarta telah bersuara dan terpaut dengan satu rasa yang sama: Keadilan bagi semua. Mari kita terus panjatkan syukur dan doa keselamatan kepada Allah SWT, Yang Maha Menolong dan Maha Melindungi.

Hari ini sebuah amanat besar telah diletakkan di pundak kami berdua. Sebuah amanat yang harus dipertanggungjawabkan dunia akhirat. Hari ini adalah penanda awal perjuangan dalam menghadirkan kebaikan dan keadilan yang diharapkan seluruh Rakyat Jakarta, yaitu kemajuan ibukota tercinta dan kebahagiaan seluruh warganya.

Hari ini, saya dan bang Sandi, dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur bukan bagi para pemilih kami saja, tapi bagi seluruh warga Jakarta. Kini saatnya bergandengan sebagai sesama saudara dalam satu rumah untuk memajukan kota Jakarta.

“Holong manjalak holong, holong manjalak domu,” demikian sebuah pepatah Batak mengungkapkan. Kasih sayang akan mencari kasih sayang, kasih sayang akan menciptakan persatuan.
Ikatan yang sempat tercerai, mari kita ikat kembali. Energi yang sempat terbelah, mari kita satukan kembali.

Washolatu wassalamu 'ala asrofil ambiya iwal mursalin wa'ala alihi wasohbihi aj ma'in.
Amma ba'du.

Jakarta adalah tempat yang dipenuhi oleh sejarah. Setiap titik Jakarta menyimpan lapisan kisah sejarah yang dilalui selama ribuan tahun. Jakarta tidak dibangun baru- baru saja dari lahan hampa.
Sejak era Sunda Kalapa, Jayakarta, Batavia hingga kini, Jakarta adalah kisah pergerakan peradaban manusia. Jakarta sebagai melting pot telah menjadi tradisi sejak lama. Di sini tempat berkumpulnya manusia dari penjuru Nusantara, dan penjuru dunia. Jakarta tumbuh dan hidup dari interaksi antar manusia.

Dalam sejarah panjang Jakarta, banyak kemajuan diraih dan pemimpin pun datang silih berganti. Masing-masing meletakkan legasinya, membuat kebaikan dan perubahan demi kota dan warganya.
Untuk itu kami sampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para Gubernur dan Wakil Gubernur sebelumnya, yang turut membentuk dan mewarnai wujud kota hingga saat ini.

Jakarta juga memiliki makna pentingnya dalam kehidupan berbangsa. Di kota ini, tekad satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa persatuan ditegakkan oleh para pemuda. Di kota ini pula bendera pusaka dikibartinggikan. Tekad menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat diproklamirkan ke seluruh dunia.

Jakarta adalah satu dari sedikit tempat di Indonesia yang merasakan hadirnya penjajah dalam kehidupan sehari-hari, selama berabad-abad lamanya. Rakyat pribumi ditindas dan dikalahkan oleh kolonialisme. Kini telah merdeka, saatnya kita jadi tuan rumah di negeri sendiri.
Jangan sampai terjadi di Jakarta ini apa yang dituliskan dalam pepatah Madura, “Itik se atellor, ajam se ngeremme.” Itik yang bertelur, ayam yang mengerami. Seseorang yang bekerja keras, hasilnya dinikmati orang lain.

Kini kami datang untuk melanjutkan segala dasar kebaikan yang telah diletakkan para pemimpin sebelumnya. Sembari memperjuangkan keberpihakan yang tegas kepada mereka yang selama ini terlewat dalam merasakan keadilan sosial, membantu mengangkat mereka yang terhambat dalam perjuangan mengangkat diri sendiri, serta membela mereka yang terugikan dan tak mampu membela diri.

Jakarta adalah ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka selayaknya ia menjadi cermin dan etalase dari semangat NKRI, semangat Pancasila, dan semangat tegaknya konstitusi. Di kota ini lah Pancasila harus mengejawantah, setiap silanya harus mewujud menjadi kenyataan.

Dimulai dari hadirnya suasana ketuhanan dalam setiap sendi kehidupan kota. Indonesia bukanlah negara yang berdasar satu agama, namun Indonesia juga bukan negara sekuler. Ketuhanan, selayaknya menjadi landasan kehidupan warga.

Prinsip ketuhanan ini kemudian harus diwujudkan pula dengan hadirnya rasa kemanusiaan dan keadilan bagi seluruh rakyat, tanpa ada yang terpinggirkan, terugikan, apalagi tidak dimanusiakan dalam kehidupannya.

Perjuangan selanjutnya adalah memperjuangkan persatuan dalam kehidupan kota, tak hanya merayakan keragaman. Ada sebuah pepatah Aceh yang bermakna, “Cilaka rumah tanpa atap, cilaka kampung tanpa guyub.” Persatuan dan keguyuban ini yang harus terus kita perjuangkan, dimulai dari meruntuhkan sekat-sekat interaksi antar segmen masyarakatnya, terutama pemisahan ruang interaksi berdasar kemampuan ekonomi.
Dalam mewujudkan semua prinsip itu, dialog dan musyawarah harus diutamakan melalui mekanisme majelis-majelis perwakilan warga yang dilibatkan dalam setiap pengambilan kebijakan. Musyawarah diutamakan untuk menghasilkan kesepakatan dan kesepahaman. “Tuah sakato,” kata orang Minang. Dalam kesepakatan berdasar musyawarah itu terkandung tuah kebermanfaatan.
Dan di ujungnya, namun menjadi yang terpenting, kita perjuangkan hadirnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Jakarta. Karena hadirnya keadilan sosial ini akan menjadi parameter utama terwujudnya semangat Pancasila di kota ini. Seluruh aspek dan alat pembangunan kota haruslah ditujukan untuk menghadirkan keadilan sosial bagi warga. Termasuk APBD, jelas harus mencerminkan keberpihakan kepada mereka yang belum merasakan keadilan sosial.

Bung Karno dahulu berucap, “Kita hendak membangun satu negara untuk semua. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan maupun golongan yang kaya, tapi semua untuk semua.” Maka segala pengambilan kebijakan di kota ini haruslah didasarkan pada kepentingan publik luas. Pengelolaan tanah, air, teluk dan pulau, tidaklah boleh diletakkan atas dasar kepentingan suatu individu, kepentingan suatu golongan, kepentingan suatu perhimpunan, ataupun kepentingan suatu korporasi. Semua untuk semua, Jakarta untuk semua. Inilah semangat pembangunan yang akan kita letakkan untuk Jakarta.

Jakarta adalah saksi bagaimana sebuah bangsa menempuh jalan terjal mendaki untuk wujudkan mimpi merdekanya. Tanggung jawab kita kini adalah menjadikan Ibukota menjadi kota milik semua. Setiap keluarga dan pribadi kita harus bisa mengatakan dengan penuh rasa syukur. Beruntung kita tinggal di Ibukota. Ibukota harus menjadi kota yang manusiawi, kota yang memberikan ruang pada seni, kebudayaan dan tradisi untuk berkembang, sekaligus kota yang kehidupannya membahagiakan.

Di ibukota semua harus berkesempatan untuk maju bersama. Jakarta harus Maju Bersama.
Gubernur dan Wakil Gubernur tentu menjadi pemimpin bagi semua dan harus menghadirkan keadilan bagi semua. Namun jelas pula bahwa kami hadir dengan tekad mengutamakan pembelaan yang nyata kepada mereka yang selama ini tak mampu membela diri sendiri, membantu mengangkat mereka yang selama ini terhambat dalam perjuangan mengangkat diri sendiri.

Bang Sandi tadi sudah menegaskan komitmen dan paradigma ke depan tentang pembangunan kota. Bang Sandi sudah jabarkan bagaimana kita akan bersama-sama membangun dan mengelola kampung, jalan, sekolah, puskesmas, pasar, angkot, dan berbagai aspek kota lainnya. Seperti kata Bang Sandi, ini adalah satu langkah bersama ke depan, memastikan Jakarta yang lebih ramah mimpi.
Untuk itu, kami hadir mengajak seluruh warga, menjadikan usaha memajukan kota sebagai sebuah gotong royong, sebuah gerakan bersama.

Dalam pembangunan kota ke depan, Gubernur bukan sekadar administrator bagi penduduk kota, bukan pula sekadar penyedia jasa bagi warga sebagai konsumennya. Namun kami bertekad akan menjadi pemimpin bagi kolaborasi warga kota yang berdaya dan turut menjadi perancang dan pelaku pembangunan.
Dalam pepatah Banjar dikatakan, “Salapik sakaguringan, sabantal sakalang gulu.” Satu tikar tempat tidur, satu bantal penyangga leher. Kiasan ini bermakna hubungan antar elemen masyarakat yang erat, saling setia dan mendukung satu sama lain. Inilah semangat yang hendak kita bangun.
Selain itu, kami mengajak pula seluruh elemen kepemimpinan di kota Jakarta ini, mulai dari jajaran pemerintah daerah, para wakil rakyat, pemimpin lembaga pertahanan, keamanan dan penegakan hukum, untuk memiliki tekad yang sama: Menghibahkan hidupnya kepada rakyat Jakarta, bukan sebaliknya menyedot kekayaan dari kota dan warganya, untuk dibawa pulang ke rumahnya.

Sebuah kearifan lokal dari Minahasa mengingatkan, “Si tou timou tumou tou.” Manusia hidup untuk menghidupi orang lain, menjadi pembawa berkah bagi sesama. Sebuah pengingat bagi semua manusia, namun terutamanya bagi para pemimpin.
Mohammad Husni Thamrin, seorang putra terbaik Jakarta pernah
mengatakan: “Setiap pemerintah harus mendekati kemauan rakyat. Inilah sepatutnya dan harus menjadi dasar untuk memerintah. Pemerintah yang tidak mempedulikan atau menghargakan kemauan rakyat, sudah tentu tidak bisa mengambil aturan yang sesuai dengan perasaan rakyat." Ucapan Husni Thamrin ini terpatri dalam patungnya yang berdiri di Lapangan Monas di hadapan kita ini.

Saudara-saudara semua, perjuangan kita ke depan adalah perjuangan untuk mewujudkan gagasan, kata dan karya, yang selama ini telah kita tekadkan. Dengan tak henti memohon pertolongan kepada Yang Maha Memberi Pertolongan, mari kita bersama berikhtiar mewujudkan Jakarta yang maju setiap jengkalnya, dan bahagia setiap insan di dalamnya.

Tanah Air Indonesia adalah karunia Allah. Ciptaan Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Bangsa ini diberikan keindahan dan kekayaan Alam yang tiada tandingnya. Ya, alam Indonesia adalah ciptaan Tuhan, tapi desa, kota dan negara di tanah ini adalah ciptaan manusia. Tuhan menciptakan alam, manusia membentuk kota. Bagaimana kota kita, sepenuhnya kembali pada diri kita semua.

Semoga Allah SWT membantu ikhtiar kita, melindungi ibukota, menjadikannya wilayah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, serta menurunkan keberkahan bagi setiap warganya.
Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Tiada usaha, kekuatan, dan daya upaya selain dengan kehendak Allah.

Wallahu muwafiq ila aqwamith thoriq, billahi taufiq wal hidayah. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

menimbang status halal dari mie Samyang food asal Korea

Alhamdulillah, sudah selesai wawancara singkat bersama reporter Net TV untuk ditayangkan di acara Net 16 (jam 4 sore insyaAllah). Semoga liputannya bisa menambah informasi terkait simpang siur produk Samyang non logo Halal Korea Muslim Federation (KMF) yang ditarik oleh BPOM karena mengandung daging babi.

menimbang status halal dari mie Samyang food asal Korea
menimbang status halal dari mie Samyang food asal Korea
Pada dasarnya Samyang Food mengeluarkan 2 jenis produk ramyeon berlogo Halal KMF dan non Logo Halal.  Untuk produk Samyang yang berlogo Halal KMF diproduksi terpisah di pabrik yang memproduksi varian ramyeon berlogo Halal saja di Wonju, Gangwondo. Sedangkan pabrik di Iksan,  Seoul memproduksi ramyeon tanpa logo Halal KMF untuk kebutuhan warga Korea.

Samyang Food mendapatkan sertifikat Halal KMF pada bulan Maret 2014. Samyang berlogo Halal ini diekspor ke luar Korea khususnya negeri-negeri muslim seperti Malaysia,  Brunei,  Singapura,  Qatar dll. Sedangkan untuk produk Samyang yang banyak dijual dipasaran Indonesia kebanyakan yang tanpa logo Halal KMF dan diimport oleh PT. Korinus. Hal ini tentu meresahkan kita karena kebanyakan pembeli di Indonesia tidak mengetahui bahwa ramyeon yang tidak berlogo Halal ini tidak boleh dikonsumsi.

Beberapa supermarket dan online shop menggunakan surat certifikat Samyang Halal dari KMF untuk menyakinkan pembeli bahwa produk yang dijual meski tidak ada logo Halal di kemasan tetap Halal untuk dimakan. Hal ini termasuk pembohongan publik yang merugikan konsumen karena produk Samyang yang tidak berlogo Halal ini tidak bisa dikonsumsi karena mengandung komposisi yang haram dan pabriknya jadi satu dengan produk Samyang yang mengandung babi.

penarikan ramyeon karena mengandung unsur babi
Surat pemberitahuan BPOM yang menarik 4 varian ramyeon korea yang tidak memiliki logo halal karena mengandung unsur babi

Jika memang ingin membeli Samyang Halal,  mohon dipastikan untuk melihat logo Halal KMF di bagian kemasan Samyang. Jika tidak ada logo Halal KMF di kemasannya sebaiknya tidak mengonsumsinya. InsyaAllah masih ada banyak produk Halal MUI yang bisa kita konsumsi di Indonesia.Jangan mudah tergiur untuk mencoba produk import yang tanpa logo Halal atau yang mengandung bahan haram di komposisinya karena sebagai muslim wajib kita memilih makanan yang sudah jelas kehalalannya dan menjauhi makanan yang syubhat juga haram.

Semoga Allah memudahkan kita untuk taat kepada Allah sehingga hanya makanan yang halal saja yang masuk ke dalam tubuh kita. Makanan haram yang masuk kedalam tubuh kita akan menjadi daging yang tumbuh sehingga membuat ibadah dan doa kita tertolak di hadapan Allah.

Jika nanti BPOM menarik semua produk Samyang yang berlogo Halal juga, insyaAllah kita tetap harus menghargai ikhtiar ini karena MUI dan BPOM berusaha melindungi diri kita dari kehati-hatian mengonsumsi makanan yang jelas kehalalannya saja.

Peraturan di Indonesia,  kalau menjual produk import juga harus memiliki sertifikat Halal MUI juga. Karena saat ini klarifikasi dari MUI dan BPOM masih belum lengkap,  ada baiknya mungkin kita menahan diri dulu untuk tidak membeli dan mengonsumsi ramyeon ini sampai benar-benar ada konferensi pers dari MUI dan BPOM untuk menjelaskannya secara detail.

InsyaAllah masih banyak pilihan makanan Halal di Indonesia berlogo Halal MUI yang bisa kita konsumsi. Bersikap hati-hati lebih diutamakan daripada memperturutkan keinginan kita yang masih belum jelas kehalalannya.

pemberitahuan bahwa mie ini tidak halal
pemberitahuan bahwa produk ini tidak halal dari salah satu supermarket di Balikpapan
Semoga kedepannya semakin banyak produk makanan dan minuman import yang berlogo Halal MUI dan jelas kehalalannya sehingga sebagai konsumen kita lebih tenang mengonsumsinya. Ini adalah salah satu kewajiban negara untuk melindungi rakyatnya dari makanan yang syubhat dan haram.

Wallahu a'lam bisshowab. Jika ada informasi yang salah dari saya,  semoga Allah mengampuni saya. Jika informasi ini benar,  sesungguhnya kebenaran datangnya dari Allah semata. Disini saya berusaha memberi info sekedar apa yang saya tahu saja. Nanti untuk lebih jelas dan yakinnya kita tunggu pembahasan langsung dari pihak MUI dan BPOM yang terpercaya. Jazzakumullahi khairan katsiran.

"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan.." (TQS.Al Baqarah: 168)

Ibnu Abbas berkata bahwa Sa’ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi SAW “Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah.” Apa jawaban Rasulullah SAW, “Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak baginya.” (HR At-Thabrani)

Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam dan kesayangannya radhiallahuanhuma dia berkata: Saya menghafal dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam (sabdanya): Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu. (HR. Tirmidzi dan dia berkata, Haditsnya hasan shahih)

Sebagian tayangan wawancara hari ini :
https://youtu.be/H49nKy_53I8

Tambahan informasi terkait pertanyaan dari teman-teman mengenai surat pemberitahuan bahwa Samyang yang diimpor PT Korinus adalah produk Halal meski tidak mencantumkan logo Halal karena sedang mengurus sertifikasi Halal MUI bersama Samyang Foods:

Bismillahirrohmanirrohim. Ini pendapat saya pribadi,  sebelumnya minta maaf kalau ada yang salah karena hanya ini sebatas yang saya tahu sebagai masyarakat awam seperti teman-teman lainnya. Kalau ada kebenaran datangnya dari Allah semata dan jika ada salah,  murni dari saya pribadi.

Indonesia sebagai negara mayoritas muslim untuk mengonsumsi makanan halal sesuai dengan penetapan standar produk berlogo Halal itu sangat penting. Masyarakat Indonesia pasti harus memilih makanan yang jelas kehalalannya.

Kalau PT. Korinus dan PT. Koin Bumi selaku importir yang berbeda produknya (satunya mengaku halal dan satunya tidak halal)  tetapi keduanya memiliki kesamaan yaitu tidak mencantumkan logo Halal KMF / Halal MUI di kemasan produk Samyang yang diimportnya.

Jika memang PT Korinus dan Samyang Food sedang mengurus izin label Halal MUI dan kabarnya akan keluar kuartal pertama pada tahun 2017, namun sampai saat ini belum ada info dari MUI terkait diizinkan dan sertifikasi produk Halal MUI di produk mereka. Kenapa ketika masih mengurus surat sertifikasi Halal MUI,  PT Korinus memasarkan produk Samyang hot chicken ini secara masif dan besar-besaran dengan menggunakan surat pemberitahuan bahwa meski belum memiliki logo Halal dikemasannya,  produk yg diimport PT Korinus adalah produk yang Halal dan tidak mengandung Babi. Padahal Samyang ini sudah masuk ke Indonesia sejak tahun 2014.

Masalahnya penjualan ini masih jadi polemik dan ilegal kalau sertifikasi Halal MUI belum dikeluarkan tapi produknya beredar luas di masyarakat. Tetapi saya cek sudah ada BPOMnya dikemasan produk import PT Korinus ini, jadi sebenarnya dia sudah ada izin untuk memasarkan tapi status Logo Halal masih dipertanyakan ya. Surat itu juga yang digunakan penjual dan supermarket untuk menjual produk mereka yg asli Korea (bukan importir dari PT Korinus) dengan menyakinkan bahwa meski tidak berlogo Halal,  produk asli Korea ini sama dengan yang Halal.

Kalau memang standar Halal KMF tidak diakui dan harus menggunakan logo Halal MUI, masih banyak produk import lainnya diluar Samyang yang masuk di pasaran Indonesia, contohnya produk Kimchi yang masih menggunakan logo Halal KMF dan produk import lainnya yang menggunakan logo Halal dari negara asal pengekspor.

Secara internasional,  ketika sebuah produk import yang berlogo Halal dari negara asal ini mencantumkan logo Halalnya, pasti akan dijadikan standar bagi muslim bahwa produk itu halal dan bisa dikonsumsi.

Saat saya masih di Korea,  ketika melihat produk import dari negara Malaysia,  Amerika,  Thailand, Vietnam,  Arab Saudi yang memiliki logo Halal tentu akan lebih saya pilih daripada produk Korea yang tidak berlogo Halal meski secara komposisi tidak menggunakan bahan haram dan pabrik yang mengolahnya tidak memproduksi produk yang terkontaminasi produk haram. Buat saya kalau melihat produk berlogo Halal di luar negeri itu rasanya bahagia sekali karena seperti menemukan harta karun.

Jika memang standar penetapan Halal selain Halal MUI ini tidak bisa digunakan tentu akan lebih menyulitkan lagi bagi muslim yang tinggal diluar Indonesia. Semoga penetapan ini khusus untuk masyarakat yang tinggal di Indonesia saja ya demi melindungi masyarakat dari masalah halal haram yang meragukan. Kita bersyukur MUI banyak melindungi kita dari makanan yang syubhat dan haram supaya tidam termakan oleh kita.

Jika memang begitu keadaannya seharusnya ada lembaga pengawas produk Muslim secara Internasional yang menetapkan standar Halal yang bisa digunakan di semua negara. Jadi muslim di seluruh dunia akan menggunakan standar Halal itu dengan harapan standar Halal Internasional itu yang paling rajih (kuat) dan sama penetapannya meski berbeda-beda negara.

Selain itu Samyang Food juga menetapkan barcode yang sama untuk produk Samyang berlogo Halal dan berlogo non Halal yang tentunya akan membuat masalah baru lagi karena saat kita memindai barcode berlogo Halal KMF sekalipun dengan aplikasi Halal Korea,  akan terbaca kalau produk Halal ini Haram karena ada unsur Haram di dalamnya. Ini tentu menjadi PR besar bagi Samyang untuk lebih memperjelas lagi masalah kemasan ini.

Harapan saya jika memang Samyang Food serius ingin memasarkan produknya di Indonesia (penjualan terbesar di Asia),  maka harus : lebih jelas menentukan barcode produk berlogo Halal dan non Halal yang berbeda supaya saat dipindai barcodenya di aplikasi Halal Korea bisa menunjukkan kalau produk ini Halal,  menggunakan sertifikasi logo Halal MUI yang ditetapkan sebagai standar penjualan produk import yang wajib mencantumkan logo Halal MUI di kemasan import untuk penjualan di Indonesia,  mensosialisasikan secara masif bahwa produk import ini Halal dan bisa dikonsumsi dengan penjelasan melalui iklan (seperti iklan Choco Pie Korea yang di Indonesia sudah mendapat sertifikasi Halal MUI), Samyang menuliskan secara jelas dalam bahasa Indonesia di produk kemasannya baik penjelasan secara komposisi maupun pabriknya apakah produk yang mereka produksi tidak bercampur dengan produk haram (seperti kemasan yang bisa kita baca pada kemasan produk Korea). Dengan memperhatikan syarat diatas,  insyaAllah akan memudahkan masyarakat Indonesia untuk mengetahui kehalalan produk Samyang dan memilih apakah mereka akan membelinya atau tidak. Karena kita tahu akibat Korean Wave dan ketidaktahuan warga Indonesia mengetahui bahasa Korea (hangeul)  untuk mampu membaca secara benar komposisi yang terkandung di kemasan produk Samyang ini akan sulit mengetahui apakah produk ini halal atau tidak sementara mereka sering melihat produk ini dimana-mana.

Oh ya selain itu harus diinfokan dengan jelas kenapa 2 importir Indonesia yang berbeda : PT Korinus dan PT.Koin Bumi yang mengimpor produk Samyang yang sama tapi berbeda secara komposisi dan kemasan (halal dan non Halal),  ini makin membingungkan masyarakat kita lagi. Karena biasanya masyarakat lebih mudah mengenali sebuah produk itu dari logo Halalnya bukan pengimpornya ya. Terimakasih banyak.


konten ini bersumber dari facebook
dengan akun bernama Shinta Rini

NU CYBER BANSER BENTUKAN SI JANDATERNYATA BANYAK ORANG KAFIRNYA

Terungkap! Cyber Army Atasnama “NU Cyber Banser” Yang Digagas Ustadz Gadungan Abu Janda Isinya Para Kafirin!
Dakwah Media – Tim Cyber Army yang digagas ustadz gadungan Abu Janda al-Boliwudi  yang mengatasnamakan “NU Cyber Banser” ternyata banyak diisi oleh para kafirin yang mengaku beragama Nasrani.

Baru-baru ini Ustadz gadungan Abu Janda melakukan perekrutan melalui lamannya di facebook. Tak disangka, yang tertarik menjadi anggota justru orang-orang kafir.
Beberapa nama yang berkomentar di llaman facebooknya terang-terangngan mereka mengaku non muslim.
Sebut saja, akun Daniel Karel mengatakan “Saya beragama kristen….saya mau bergabung dgn laskar cyber NU..lawan radikalisme!!!!”

NU CYBER BANSER BENTUKAN SI JANDATERNYATA BANYAK ORANG KAFIRNYA
NU CYBER BANSER BENTUKAN SI JANDATERNYATA BANYAK ORANG KAFIRNYA

Akun Yan Galung mengomentari “Saya nasrani ustad, apakah boleh bergabung? Kalau ia, terima kasih, kalaupun tidak,semoga visi dan misinya tetap bisa terjaga konsisten ya ustad, salam damai untuk NKRI.”

Sementara akun bernama Kaleb Christian menatakan “Ustad,saya bukan anggota NU Krn seorang Non-Muslim   tapi ini masalah kebangsaan. Makanya saya mau ikut bergabung”

Tak hanya itu, akun facebook bernama Albert Smith  juga berminat ikut bergabung dengan mengatakan “Tad, ana kristen. Demi NKRI ana siap gabung tad. Gabungnya gimana tad ?”

Bagaimana? apakah kalian masih percaya dengan ustadz Gadungan yang gemar menyerang umat Islam dan menjadi pembela setia Ahok ini?

Atau kamu tertarik untuk menjadi penyusup mereka?



[Penulis Bang Ud, apikepol.com]

HASIL PERTEMUAN TIM 7 GNPF MUI DENGAN PRESIDEN RI JOKO WIDODO

Press Release GNPF MUI
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Berikut ini kami sampaikan siaran pers mengenai pertemuan Tim 7 Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dengan Presiden RI Joko Widodo yang dipimpin oleh KH Bachtiar Nasir selaku Ketua GNPF MUI dan diterima Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, 25 Juni 2017. Pertemuan sebenarnya dijadwalkan pukul 11.30 WIB, namun tertunda beberapa jam, karena pada saat yang sama Presiden bersilaturahmi ke rumah Ibu Megawati Soekarnoputri.

HASIL PERTEMUAN TIM 7 GNPF MUI DENGAN PRESIDEN RI JOKO WIDODO
HASIL PERTEMUAN TIM 7 GNPF MUI DENGAN PRESIDEN RI JOKO WIDODO

Dalam pertemuan tertutup itu Presiden Jokowi didampingi Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno dan Menag Lukman Hakim Saifuddin. Pertemuan ini merupakan kelanjutan pertemuan sebelumnya antara GNPF MUI dengan Pemerintah yang diwakili Menkopolhukam Wiranto dan Wapres Jusuf Kalla dalam seminggu ini. Dari GNPF hadir Wakil Ketua GNPF KH Zaitun Rasmin, Kapitra Ampera (Tim Advokasi GNPF), Yusuf Marta (Anggota Dewan Pembina), Muhammad Lutfi Hakim (Plt Sekretaris), Habib Muchsin (Imam FPI Jakarta), dan Deni (Tim Advokasi GNPF).
KH Bachtiar Nasir mengatakan, pertemuan Tim 7 GNPF MUI dengan Presiden RI Joko Widodo menyikapi berbagai persoalan terutama ketidakjelasan soal hukum yang menimpa ulama dan aktivis Islam, serta penyelesaiannya dengan jalan dialog langsung kepada Presiden.

Berangkat dari dua persoalan dan beberapa masalah kebangsaan,  GNPF terus berupaya dan mencari solusi strategis. Di antaranya, penyelesaian kasus yang masih berjalan di tempat seperti kasus Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Ust Muhammad Alkhattath, hanya sebatas janji tanpa realisasi dan status hukumnya tidak jelas. Begitu juga kasus yang menimpa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab yang juga Ketua Dewan Pembina GNPF, tidak ada kejelasan. "Kami menginginkan Habib Rizieq kembali ke Indonesia, dengan damai tanpa pemaksaan yang akan semakin menambah kegaduhan di tengah umat dan ini akan menghabiskan energi yang tidak produktif. Lalu kami bertemu Menko Polhukkam, yang siap menjadi saluran aspirasi GNPF karena selama ini GNPF tidak punya saluran aspirasi yang jelas, semua menggantung," kata KH Bachtiar Nasir.

Lewat momentum Idul Fitri, Menag yang memang ditugaskan oleh Presiden sebagai penggerak halal bihalal membuka saluran komunikasi dengam presiden untuk mempertemukan GNPF.  Maka tidak ada jalan tepat bagi GNPF kecuali memanfaatkan momentum tersebut dan berkomunikasi langsung dengan Presiden Jokowi. "Setelah Menag berbicara dengan Presiden di (sela-sela Shalat Idul Fitri) di Istiqlal dan berkordinasi dengan Menko Polhukkam Wiranto, maka terjadilah pertemuan itu. Jadi hakikatnya pertemuan tersebut menyangkut kepentingan kedua belah pihak, bukan semata-mata kepentingan sepihak GNPF yang meminta bertemu, karena ini masalah hukum dan kebangsaan serta ini juga menyangkut negara," kata alumni Pondok Pesantren Gontor ini.

Dia melanjutkan, "Tentu Presiden adalah simbol negara yang harus dihormati, karena itu kami berterima kasih bahwa Presiden telah menerima kami pada kesempatan berharga itu untuk berkomunikasi langsung dan menerima aspirasi kami," katanya.

Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI menyampaikan, dari sisi hukum ada kesan bahwa hukum yang diterapkan selama ini terasa tajam kepada umat Islam. Ada beberapa hal yang umat Islam merasa bahwa penegakan hukum yang berjalan saat ini menunjukkan ketidakjelasan.

"Kami juga sampaikan bahwa ada pemahaman di kalangan umat Islam bahwa terjadi ketidakadilan ekonomi, ketidakadilan hukum, sampai keberpihakan kepada pemodal. Ini kami sampaikan. Kemudian juga soal kebuntuan komunikasi yang selama ini ternyata ada pihak yang seakan-akan membatasi komunikasi kami dengan kepala negara. Ini sudah kami sampaikan. Beliau bilang, seandainya pasca Aksi 411 ada komunikasi langsung, mungkin situasinya tidak seperti ini dan setelah ini Presiden menunjuk Menko Polhukkam untuk memediasi dan berkomunikasi sampai penyelesaian beberapa kasus  dan implementasinya," katanya.

Sampai akhir pertemuan, Presiden juga berbicara program keseimbangan dalam sistem perekonomian yang dikuasai konglomerat dan Presiden melakukan perimbangan untuk menguatkan ekonomi umat, lewat 12 juta hektare tanah untuk rakyat. Selama ini, kata dia, Presiden mengakui bahwa keberpihakan ke barat sudah kuat, maka dia melakukan penyeimbangan dengan China Arab Saudi, Kuwait, dan lain-lain. Bahkan hubungan RI dengam Turki berlangsung dengan baik. Ini semua proses yang butuh waku untuk dilihat hasilnya.

Inti pertemuan dengan Presiden Jokowi, kata KH Bachtiar Nasir, semuanya masih bersifat general. Secara detil nanti akan ditangani oleh Menko Polhukkam. "Presiden buka komunikasi dan memberi saran ke  Menko dan Pak Wiranto yang mengimplementasikannya," kata pimpinan sejumlah pondok pesantren di bawah naungan AQL Islamic Center ini.
Plt Sekretaris GNPF MUI M Luthfie Hakim menambahkan,
KH Bachtiar Nasir menyampaikan terlebih dahulu situasi kekinian dalam hubungan antara Pemerintah dengan Ulama, khususnya pada masa Pilgub DKI Jakarta dan pasca Pilgub dirasakan ada kesenjangan komunikasi (yang cukup kuat), masing-masing dengan persepsinya sendiri-sendiri. Padahal yang dilakukan oleh ulama yang tergabung dalam GNPF hanya bermaksud menyampaikan pendapat secara damai, tidak anarkis apalagi mengarah ke makar, dalam koridor demokrasi.

Pimpinan GNPF MUI yang lain menyampaikan adanya suasana paradoksal, pada satu sisi Pemerintah berpendapat tidak melakukan kebijakan yang bersifat menyudutkan umat Islam, tapi di pihak lain GNPF menangkap perasaan umat Islam yang merasa dibenturkan dengan Pancasila, dengan NKRI, dan dengan Kebhinekaan. "Tentulah hal ini tidak menguntungkan bagi Pemerintah dalam menjalankan programnya dan bagi ulama dan umat dalam menjalankan dakwahnya," katanya.
GNPF mengharapkan dari pertemuan ini dapat dibangun saling pengertian yang lebih baik di masa depan. Tidak lupa disampaikan ucapan salam dari Habib Rizieq Shihab selaku Ketua Dewan Pembina GNPF yang tengah berada di Arab Saudi.
Presiden menyampaikan rasa senang dapat bertemu pimpinan GNPF MUI, serta menegaskan tidak ada maksud untuk tidak mau menerima ulama yang tergabung dalam GNPF MUI, semua itu hanyalah miskomunikasi semata.

Jokowi menyatakan, dalam beberapa kali pertemuan dengam ulama, tidak pernah memerintahkan untuk mencoret ulama yang tergabung dalam GNPF MUI.

Menyikapi hasil pertemuan Tim 7 GNPF dan Presiden Jokowi beserta jajarannya, GNPF MUI akan menggelar PRESS CONFERENCE yang akan digelar Selasa, 27 Juni 2017, Pukul 13.00 WIB, di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta. Demikian Press Release ini kami sampaikan.

Terima Kasih. Taqobbalallahu Minnaa Waminkum. Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta, 26 Juni 2017