Kisah Pendeta Saifudin Murtadkan Umat

Kisah Pendeta Saifudin Murtadkan Umat-
Saifuddin Ibrahim yang sudah dibaptis dengan nama Abraham merupakan ayah dari 3 orang anak. Dia bergelar Kyai Haji dan merupakan Guru Besar Universitas Muhammadiyah yang meninggalkan jabatan dan beralih memeluk agama Kristen. Istrinya terkejut dan menangis selama berhari-hari, dan berkata kepada Saifudin yang dia utarakan dengan bahasa Jawa, “Kamu pikir kamu itu siapa? Kowe itu Kyai! Kok iso-isone dadi wong Kristen? (Kamu itu Kyai! Kok bisa-bisanya jadi orang Kristen?).

Saat putranya yang bernama Saddam Hussein mengetahui ayahnya sudah memeluk agama Kristen, Saddam bertanya, “Mengapa Ayah masuk Kristen?” Syaifudin memberi alasan kepada anaknya. Dan alasan meninggalkan Islam juga disebutkan Syaifudin dalam dua bukunya yang ia tulis sendiri yang berjudul : Kenapa Saya Memilih Kristus (KSMK) dan Dialog dengan Saddam Husein (DDSH).

Saifudin Ibrahim lahir dan besar dari keluarga Muslim dan ayahnya adalah seorang guru agama. Pamannya adalah seorang pendiri Muhammadiyah di Bima dan mertuanya adalah tokoh Islam di Kota Jepara.

Saifudin lulus dari SMA di Bima, Nusa Tenggara Barat dan kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Ushuluddin jurusan Perbandingan Agama. Setelah lulus kuliah ia menjadi pengajar di Bangsri Jepara pada tahun 1996, dan mengajar di Pesantren Darul Arqom Sawangan, Depok, Jawa Barat. Pada tahun 1999, Saifudin mulai mengajar NII Al Zaytun Panji Gumilang di Haurgeulis, Indramayu yang merupakan pesantren terbesar di Indonesia dan memiliki masjid yang bisa menampung 150.000 orang. Selama 6 tahun ia mengajar Al Quran, Hadist, aqidah, akhlak, sejarah kebudayaan Islam, dan jurnalistik.

Saifudin merupakan dewan guru yang paling dikenal oleh para santri dan wali santri. Selain itu, dia juga dikenal baik oleh masyarakat Haurgeulis, Indramayu. Saifudin juga dikenal sebagai salah satu tokoh Muhammadiyah yang sangat aktif menyerang Kristianiti. Namun saat ia mulai kuliah di Universitas Muhammadiyah, ia mulai mempelajari isi Alkitab yang puncaknya di akhir bulan November 2005, setelah 6 tahun menjadi dewan guru pesantren Al Zaytun Panji Gumilang, ia dihadiahi Alkitab oleh para tamunya sebanyak 1.400 buah. Tamu-tamu tersebut adalah orang dari The Gideon International cabang Jakarta dan Cirebon. Dan saat itulah Saifudin mulai tertarik ajaran Kristen.

Pada tanggal 4 Maret 2006, lebih tepatnya kurang dari 3 bulan, ia berangkat dari Indramayu ke Cirebon untuk minta dilayani bagaimana cara menjadi orang Kristen. Ada 18 orang yang menunggunya di dalam rumah, mereka dari Semarang, Cilacap, Cirebon, dan Jakarta. Saat mulai duduk, Saifudin ditanya berbagai macam hal. Ia merasa hampir saja gagal menjadi Kristen saat ada pertanyaan yang membuatnya naik darah, “Apa agama yang membuat orang selamat dan masuk sorga?” Saifudin kebingungan untuk menjawab dan memutuskan tidak menjawab pertanyaan itu. Ia hanya menjawab, “Pak, saya ini orang buta, tuntun saya terima Yesus, sudah, jangan tanya macam-macam.” Tanpa ia sadari, jawaban yang dia lontarkan membuat semua yang mendengar menjadi terkesima dan tidak menanyakan apapun lagi. Mereka tiba-tiba menarik Saifudin ke ruang sebelah untuk membuat surat pernyataan di atas materai 6000. Setelah itu, pada jam 5, mereka semua berdoa bersama-sama.

Itulah kisah pendeta Saifudin murtadkan umat yang bisa kami sampaikan. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat untuk Anda. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel kami. 

Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser