BeritaUberita

Gambaran surga, bidadari surga, kerajaan kerajaan islam di Indonesia, pengertian afta adalah,

menimbang status halal dari mie Samyang food asal Korea

Alhamdulillah, sudah selesai wawancara singkat bersama reporter Net TV untuk ditayangkan di acara Net 16 (jam 4 sore insyaAllah). Semoga liputannya bisa menambah informasi terkait simpang siur produk Samyang non logo Halal Korea Muslim Federation (KMF) yang ditarik oleh BPOM karena mengandung daging babi.

menimbang status halal dari mie Samyang food asal Korea
menimbang status halal dari mie Samyang food asal Korea
Pada dasarnya Samyang Food mengeluarkan 2 jenis produk ramyeon berlogo Halal KMF dan non Logo Halal.  Untuk produk Samyang yang berlogo Halal KMF diproduksi terpisah di pabrik yang memproduksi varian ramyeon berlogo Halal saja di Wonju, Gangwondo. Sedangkan pabrik di Iksan,  Seoul memproduksi ramyeon tanpa logo Halal KMF untuk kebutuhan warga Korea.

Samyang Food mendapatkan sertifikat Halal KMF pada bulan Maret 2014. Samyang berlogo Halal ini diekspor ke luar Korea khususnya negeri-negeri muslim seperti Malaysia,  Brunei,  Singapura,  Qatar dll. Sedangkan untuk produk Samyang yang banyak dijual dipasaran Indonesia kebanyakan yang tanpa logo Halal KMF dan diimport oleh PT. Korinus. Hal ini tentu meresahkan kita karena kebanyakan pembeli di Indonesia tidak mengetahui bahwa ramyeon yang tidak berlogo Halal ini tidak boleh dikonsumsi.

Beberapa supermarket dan online shop menggunakan surat certifikat Samyang Halal dari KMF untuk menyakinkan pembeli bahwa produk yang dijual meski tidak ada logo Halal di kemasan tetap Halal untuk dimakan. Hal ini termasuk pembohongan publik yang merugikan konsumen karena produk Samyang yang tidak berlogo Halal ini tidak bisa dikonsumsi karena mengandung komposisi yang haram dan pabriknya jadi satu dengan produk Samyang yang mengandung babi.

penarikan ramyeon karena mengandung unsur babi
Surat pemberitahuan BPOM yang menarik 4 varian ramyeon korea yang tidak memiliki logo halal karena mengandung unsur babi

Jika memang ingin membeli Samyang Halal,  mohon dipastikan untuk melihat logo Halal KMF di bagian kemasan Samyang. Jika tidak ada logo Halal KMF di kemasannya sebaiknya tidak mengonsumsinya. InsyaAllah masih ada banyak produk Halal MUI yang bisa kita konsumsi di Indonesia.Jangan mudah tergiur untuk mencoba produk import yang tanpa logo Halal atau yang mengandung bahan haram di komposisinya karena sebagai muslim wajib kita memilih makanan yang sudah jelas kehalalannya dan menjauhi makanan yang syubhat juga haram.

Semoga Allah memudahkan kita untuk taat kepada Allah sehingga hanya makanan yang halal saja yang masuk ke dalam tubuh kita. Makanan haram yang masuk kedalam tubuh kita akan menjadi daging yang tumbuh sehingga membuat ibadah dan doa kita tertolak di hadapan Allah.

Jika nanti BPOM menarik semua produk Samyang yang berlogo Halal juga, insyaAllah kita tetap harus menghargai ikhtiar ini karena MUI dan BPOM berusaha melindungi diri kita dari kehati-hatian mengonsumsi makanan yang jelas kehalalannya saja.

Peraturan di Indonesia,  kalau menjual produk import juga harus memiliki sertifikat Halal MUI juga. Karena saat ini klarifikasi dari MUI dan BPOM masih belum lengkap,  ada baiknya mungkin kita menahan diri dulu untuk tidak membeli dan mengonsumsi ramyeon ini sampai benar-benar ada konferensi pers dari MUI dan BPOM untuk menjelaskannya secara detail.

InsyaAllah masih banyak pilihan makanan Halal di Indonesia berlogo Halal MUI yang bisa kita konsumsi. Bersikap hati-hati lebih diutamakan daripada memperturutkan keinginan kita yang masih belum jelas kehalalannya.

pemberitahuan bahwa mie ini tidak halal
pemberitahuan bahwa produk ini tidak halal dari salah satu supermarket di Balikpapan
Semoga kedepannya semakin banyak produk makanan dan minuman import yang berlogo Halal MUI dan jelas kehalalannya sehingga sebagai konsumen kita lebih tenang mengonsumsinya. Ini adalah salah satu kewajiban negara untuk melindungi rakyatnya dari makanan yang syubhat dan haram.

Wallahu a'lam bisshowab. Jika ada informasi yang salah dari saya,  semoga Allah mengampuni saya. Jika informasi ini benar,  sesungguhnya kebenaran datangnya dari Allah semata. Disini saya berusaha memberi info sekedar apa yang saya tahu saja. Nanti untuk lebih jelas dan yakinnya kita tunggu pembahasan langsung dari pihak MUI dan BPOM yang terpercaya. Jazzakumullahi khairan katsiran.

"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan.." (TQS.Al Baqarah: 168)

Ibnu Abbas berkata bahwa Sa’ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi SAW “Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah.” Apa jawaban Rasulullah SAW, “Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak baginya.” (HR At-Thabrani)

Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam dan kesayangannya radhiallahuanhuma dia berkata: Saya menghafal dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam (sabdanya): Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu. (HR. Tirmidzi dan dia berkata, Haditsnya hasan shahih)

Sebagian tayangan wawancara hari ini :
https://youtu.be/H49nKy_53I8

Tambahan informasi terkait pertanyaan dari teman-teman mengenai surat pemberitahuan bahwa Samyang yang diimpor PT Korinus adalah produk Halal meski tidak mencantumkan logo Halal karena sedang mengurus sertifikasi Halal MUI bersama Samyang Foods:

Bismillahirrohmanirrohim. Ini pendapat saya pribadi,  sebelumnya minta maaf kalau ada yang salah karena hanya ini sebatas yang saya tahu sebagai masyarakat awam seperti teman-teman lainnya. Kalau ada kebenaran datangnya dari Allah semata dan jika ada salah,  murni dari saya pribadi.

Indonesia sebagai negara mayoritas muslim untuk mengonsumsi makanan halal sesuai dengan penetapan standar produk berlogo Halal itu sangat penting. Masyarakat Indonesia pasti harus memilih makanan yang jelas kehalalannya.

Kalau PT. Korinus dan PT. Koin Bumi selaku importir yang berbeda produknya (satunya mengaku halal dan satunya tidak halal)  tetapi keduanya memiliki kesamaan yaitu tidak mencantumkan logo Halal KMF / Halal MUI di kemasan produk Samyang yang diimportnya.

Jika memang PT Korinus dan Samyang Food sedang mengurus izin label Halal MUI dan kabarnya akan keluar kuartal pertama pada tahun 2017, namun sampai saat ini belum ada info dari MUI terkait diizinkan dan sertifikasi produk Halal MUI di produk mereka. Kenapa ketika masih mengurus surat sertifikasi Halal MUI,  PT Korinus memasarkan produk Samyang hot chicken ini secara masif dan besar-besaran dengan menggunakan surat pemberitahuan bahwa meski belum memiliki logo Halal dikemasannya,  produk yg diimport PT Korinus adalah produk yang Halal dan tidak mengandung Babi. Padahal Samyang ini sudah masuk ke Indonesia sejak tahun 2014.

Masalahnya penjualan ini masih jadi polemik dan ilegal kalau sertifikasi Halal MUI belum dikeluarkan tapi produknya beredar luas di masyarakat. Tetapi saya cek sudah ada BPOMnya dikemasan produk import PT Korinus ini, jadi sebenarnya dia sudah ada izin untuk memasarkan tapi status Logo Halal masih dipertanyakan ya. Surat itu juga yang digunakan penjual dan supermarket untuk menjual produk mereka yg asli Korea (bukan importir dari PT Korinus) dengan menyakinkan bahwa meski tidak berlogo Halal,  produk asli Korea ini sama dengan yang Halal.

Kalau memang standar Halal KMF tidak diakui dan harus menggunakan logo Halal MUI, masih banyak produk import lainnya diluar Samyang yang masuk di pasaran Indonesia, contohnya produk Kimchi yang masih menggunakan logo Halal KMF dan produk import lainnya yang menggunakan logo Halal dari negara asal pengekspor.

Secara internasional,  ketika sebuah produk import yang berlogo Halal dari negara asal ini mencantumkan logo Halalnya, pasti akan dijadikan standar bagi muslim bahwa produk itu halal dan bisa dikonsumsi.

Saat saya masih di Korea,  ketika melihat produk import dari negara Malaysia,  Amerika,  Thailand, Vietnam,  Arab Saudi yang memiliki logo Halal tentu akan lebih saya pilih daripada produk Korea yang tidak berlogo Halal meski secara komposisi tidak menggunakan bahan haram dan pabrik yang mengolahnya tidak memproduksi produk yang terkontaminasi produk haram. Buat saya kalau melihat produk berlogo Halal di luar negeri itu rasanya bahagia sekali karena seperti menemukan harta karun.

Jika memang standar penetapan Halal selain Halal MUI ini tidak bisa digunakan tentu akan lebih menyulitkan lagi bagi muslim yang tinggal diluar Indonesia. Semoga penetapan ini khusus untuk masyarakat yang tinggal di Indonesia saja ya demi melindungi masyarakat dari masalah halal haram yang meragukan. Kita bersyukur MUI banyak melindungi kita dari makanan yang syubhat dan haram supaya tidam termakan oleh kita.

Jika memang begitu keadaannya seharusnya ada lembaga pengawas produk Muslim secara Internasional yang menetapkan standar Halal yang bisa digunakan di semua negara. Jadi muslim di seluruh dunia akan menggunakan standar Halal itu dengan harapan standar Halal Internasional itu yang paling rajih (kuat) dan sama penetapannya meski berbeda-beda negara.

Selain itu Samyang Food juga menetapkan barcode yang sama untuk produk Samyang berlogo Halal dan berlogo non Halal yang tentunya akan membuat masalah baru lagi karena saat kita memindai barcode berlogo Halal KMF sekalipun dengan aplikasi Halal Korea,  akan terbaca kalau produk Halal ini Haram karena ada unsur Haram di dalamnya. Ini tentu menjadi PR besar bagi Samyang untuk lebih memperjelas lagi masalah kemasan ini.

Harapan saya jika memang Samyang Food serius ingin memasarkan produknya di Indonesia (penjualan terbesar di Asia),  maka harus : lebih jelas menentukan barcode produk berlogo Halal dan non Halal yang berbeda supaya saat dipindai barcodenya di aplikasi Halal Korea bisa menunjukkan kalau produk ini Halal,  menggunakan sertifikasi logo Halal MUI yang ditetapkan sebagai standar penjualan produk import yang wajib mencantumkan logo Halal MUI di kemasan import untuk penjualan di Indonesia,  mensosialisasikan secara masif bahwa produk import ini Halal dan bisa dikonsumsi dengan penjelasan melalui iklan (seperti iklan Choco Pie Korea yang di Indonesia sudah mendapat sertifikasi Halal MUI), Samyang menuliskan secara jelas dalam bahasa Indonesia di produk kemasannya baik penjelasan secara komposisi maupun pabriknya apakah produk yang mereka produksi tidak bercampur dengan produk haram (seperti kemasan yang bisa kita baca pada kemasan produk Korea). Dengan memperhatikan syarat diatas,  insyaAllah akan memudahkan masyarakat Indonesia untuk mengetahui kehalalan produk Samyang dan memilih apakah mereka akan membelinya atau tidak. Karena kita tahu akibat Korean Wave dan ketidaktahuan warga Indonesia mengetahui bahasa Korea (hangeul)  untuk mampu membaca secara benar komposisi yang terkandung di kemasan produk Samyang ini akan sulit mengetahui apakah produk ini halal atau tidak sementara mereka sering melihat produk ini dimana-mana.

Oh ya selain itu harus diinfokan dengan jelas kenapa 2 importir Indonesia yang berbeda : PT Korinus dan PT.Koin Bumi yang mengimpor produk Samyang yang sama tapi berbeda secara komposisi dan kemasan (halal dan non Halal),  ini makin membingungkan masyarakat kita lagi. Karena biasanya masyarakat lebih mudah mengenali sebuah produk itu dari logo Halalnya bukan pengimpornya ya. Terimakasih banyak.


konten ini bersumber dari facebook
dengan akun bernama Shinta Rini
Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "menimbang status halal dari mie Samyang food asal Korea"

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan :D

Terima Kasih Sudah Berkomentar
 
Copyright © 2014 BeritaUberita - All Rights Reserved
Template By Kuncidunia