Sejarah Kerajaan Islam Di Indonesia Terlengkap

Sejarah kerajaan islam di indonesia kini sudah hampir dilupakan oleh kaum muda, minat mereka tentang pelajaran sejarah di sekolahpun sudah sangat minim. sehingga jika tidak di abadikan maka lambat laun sejarah kerajaan-kerajaan islam di indonesia yang dulu pernah ada ini akan menghilang. maka dari itu dengan memperhatikan masalah tersebut kami dari beritauberita juga akan membuat artikel yang memuat tentang berbagai sejarah di indonesia agar pemuda di indonesia mau mempelajari lagi, dan minimal tumbuh minat membaca sehingga sejarah akan tetap teringat dari generasi ke generasi.

karena sejatinya sejarah akan terulang kembali, hanya pemain dan waktu saja yang berganti. maka dengan mengenal sejarah sejatinya kita juga akan mengenal masa yang akan datang.
Kerajaan kerajaan islam pertama di Indonesia
Kerajaan kerajaan islam di Indonesia

Baca juga :

Sejarah kerajaan kerajaan islam indonesia

Sebelum indonesia diserang dan dijajah oleh belanda, Di indonesia sudah berdiri kerajaan-kerajaan islam. dimana kerajaan silam ini sudah menanamkan sikap dan akidah tentang ketauhidan di negara indonesia. kerajaan islam ini tersebar di seluruh indonesia, dari bagian ujung barat indonesia (aceh) sampai ke bagian Timur indonesia. kerajaan-kerajaan islam ini memberikan pengaruh tersendiri terhadap rakyatnya.

Kerajaan kerajaan Islam Pertama Di Indonesia

Nah agar pembahasan kita ini mudah dipahami maka kita akan membuat susunan kerajaan islam ini secara urut. semoga ini dapat memudahkan kita untuk mencerna dan mengerti akan bahasan kita kali ini. langsung saja mari kita lanjutkan lagi pembahasan kita :D

Kerajaan kerajaan islam pertama Di Jawa


1. Kerajaan Demak
Awalnya kerajaan Demak adalah daerah bawahan kerajaan Majapahit. kemudian memisahkan diri pada tahun 1500. Kerajaan Demak merupakan kerajaan islam yang pertama di jawa. Raden Patah adalah Raja yang pertama kali diangkat di kerajaan demak. pengangkatan tersebut dibantu oleh peran para Wali-songo. kemudian dengan tidak lama setelah kerajaan demak dibentuk kekuasaannya dengan mudah berkembang dan meluas karena kerajaan demak memiliki lahan pertanian yang sangat luas, sehingga menjadi kerajaan islam yang besar di tanah jawa. kekuasaanya meliputi : Tegal, Semarang, Jepara, Pulau-pulai Kalimantan, Palembang, dan bahkan sumatera.

Kerajaan demak juga menguasai berbagai pelabuhan-pelabuahan penting seperti pelabuhan di Jepara, Tuban, Jaratan, Sedayu dan Gresik. Kerajaan Demak berperan penting terhadap perkembangan budaya dan agama di tanah jawa. karena selain sebagai pusat penyebaran agama islam, para Wali-Songo juga menjadi penasehat kerajaan.

Pemerintahan raden patah berlangsung kurang lebih dari akhir abad ke-15 sampai dengan awal abad ke-16 M. Kemudian setelah wafatnya Raden patah, tahta kesultanan digantikan oleh putranya yang bernama Patu unus atau sering juga disebut dengan pangeran Sabrang-Lor.
Pangeran Pati-unus menggantikan ayahnya pada usia yang masih belia. yaitu ketika masih berumur 17th. Tidak lama setelah pangeran Pati unus naik tahta ia lengsung merencanakan penyerangan terhadap penjajah portugis di Malaka. Dengan mengerahkan Sepuluh-ribu prajurit dengan 100 armada kapal , namun serangan ini berhasil digagalkan oleh Pertugis.

Pati unus wafat pada tahun 1521, yang kemudian tahta diserahkan kepada puteranya yang bernama Pangeran Trenggono yang dilantik sendiri oleh Sunan Gunung-Jati dan kemudian pangeran trenggono menerima gelar Sultan Ahmad Abdul Arifin.

Pada tahun 1527 pasukan Demak yang dipimpin langsung oleh sultan Trenggono berhasil membuat Portugis mengalami kekalahan dan mengusir portugis dari Banten. sehingga jatuhlah wilahyah banten ketangan kerajaan Demak. Pada masa kesultanan kerajaan Demak ke-tiga inilah agama islam berkembang ke seluruh pulau Jawa. Bahkan samapai ke Kalimantan bagian selatan. Sultan trenggono gugur pada tahun 1546

Setelah Meninggalnya sultan Trenggana, terjadilah konflik intern di dalam kerajaan Demak, untuk memperebutkan kekuasaan antara Pangeran Prawata, putra Sultan Trenggana, dengan Pangeran Sekar Seda ing Lepeng. Pangeran Sekar berhasil dibunuh oleh Pangeran Prawata. yang kemudian Pangeran Arya Panangsang menuntutkan balas terhadap kematian ayahnya. 

Awalnya Pangeran Prawata berhasil berkuasa di kerajaan Demak, namun ia kemudian dibunuh oleh Arya Panangsang, dan ia juga membunuh Pangeran Hadiri, suami Ratu Kali Nyamat, adik Pangeran Prawata. Oleh Arya Panangsang, Pangeran dianggap sebagai penghalangnya menjadi raja Demak. Kemudian Arya Panangsang tampil sebagai Raja Demak.

Masa pemerintahan Raja Arya Panangsang, Kerajaan Demak mengalami gejolak kekacauan yang luar biasa. Arya Panangsang memerintah dengan kejam dan akhirnya banyak yang tidak suka denga sultan Arya Panangsang. Pembunuhan Pangeran Hadiri, menyebabkan istrinya Ratu Kali Nyamat mengasingkan diri dan merencanakan untuk memberontak guna balas dendam atas kematian suaminya. 

Rencana pemberontakan Kali Nyamat ini mendapat banyak dukungan dari para adipati bawahan Demak. Salah satu diantaranya adalah Adipati Pajang (Boyolali), ia adalah menantu Sultan Trenggana, Pangeran Adiwijaya atau dikenal dengan nama Jaka Tingkir. Dibantu oleh Kyai Gede Pamanahan, Ki Panjawi, dan putranya Sutawijaya. 

Walhasil Adiwijaya berhasil mengalahkan Arya Panangsang. Kemudian ia naik tahta sebagai sultan Kerajaan Demak dengan gelar Sultan Hadiwijaya serta memindahkan pusat kerajaan Demak ke Pajang tahun 1568 M. Dengan pemindahan pusat kerajaan tersebut maka berakhirlah riwayat Kesultanan Demak.

2. Kerajaan Pajang
Kerajaan pajang disebut-sebut sebagai pewaris dan pelanjut dari kerajaan Demak. Kerajaan pajang terletak di pedalaman pulau jawa daerah Kartasura. Kerajaan Pajang adalah kerajaan yang mempunyai sejarah singkat karena tidak lama kerajaan tersebut berdiri segera diambil alih oleh kerajaan Mataram. 

Sultan kerajaan Pajang adalah Joko Tingkir yang berasal dari Pengging, beliau diangkat sebagai sultan setelah menikah dengan pitri dari sultan Trenggono, kemudian diangakt sebagi sultan di Kerajaan Pajang.

3. Kerajaan Mataram
Pernah pergi berwisata ke daerah jogja? jika pernah seharusnya kamu juga pernah mendengan tentang keraton jogjakarta kan. lalau apa sih hubungan dari kedua hal tersebut? Mari kita bahas lebih dalam mengenai kerajaan mataram ini..

Awal mula Kerajaan Mataram tidak terlepas dari kerajaan Pajang. Sultan Adi wijaya (Joko Tingkir) memberikan hadiah kepada Kyai Gede Pamanahan karena telah membantunya untuk menghadapai dan menumpas pemberontakan Arya Panangsang berupa tanah yaitu Mataram

Kemudian oleh Kyai Gede tanah tersebut (Mataram) dibangun dan menjadi daerah yang sangat maju dan berkembang pesat. setelah itu Kyai Gede berencana untuk melepaskan diri dari Kerajaan Pajang. Namun sebelum keinginan tersebut terwujud Kyai Gede meninggal pada tahun 1575. dan kemudian tahta kekuasaan digantikan oleh puteranya yang bernama Sutawijaya. pada kekuasaan Sutawijaya inilah Mataram berhasil memisahkan diri dari kerajaan Pajang.

Sutawijaya diangkat sebagai Adipati Mataram oleh Sultan Adiwijaya dan mendapatkan gelar Senopati ing Alaga Sayidi Panatagama, yang berarti panglima perang dan pembela agama Islam. Di kekuasaan Sutawijaya inilah Mataram berkembang lebih maju. Ia berhasil menjadikan Kerajaan Mataram sebagai Kerajaan Islam terbesar di tanah Jawa. Politik ekspansif Sutawijaya untuk menaklukan daerah-daerah lain dilakukan terhadap Surabaya, tahun 1586. Surabaya dapat ditaklukkan dan mengakui kekuasaan Mataram.

Selanjutnya Sutawijaya juga berhasil merebut Madiun dan Ponorogo. Tahun 1587, Mataram berusaha merebut Panarukan, Pasuruan dan Blambangan. Tiga daerah tersebut juga berhasil ditaklukan, Sutawijaya mencoba ekspansi ke daerah Jawa Barat, dikirimlah pasukan Mataram untuk menaklukkan Cirebon dan Kerajaan Galuh. yang kemudian kedua kerajaan tersebut berhasil ditaklukan.

Sutawijaya banyak mendapatkan perlawanan keras dari daerah taklukan, seperti daerah Pati dan Demak, Gabungan pasukan Demak dan Pati berhasil merangsek hingga sampai ke jantung ibukota Mataram, meskipun pada akhirnya pasukan gabungan tersebut dapat kalahkah oleh tentara berkuda Kerajaan Mataram.

Sutawijaya boleh dikatakan berhasil meletakkan dasar-dasar Kesultanan Mataram, ia menerapkan sistem kerajaan berdasarkan Agama Islam (teokratis). Dalam pemerintahannya, kedudukan Sultan memegang peranan sangat penting dan kuat. Di bidang ekonomi, ia menjadikan Mataram sebagai kerajaan agraris maritim. Sutawijaya wafat Tahun 1601 yang kemudian digantikan oleh putranya sendiri yang bernama Mas Jolang dengan gelar Panembahan Seda ing Krapyak.

3. Kerajaan Cirebon
Kerajaan Cirebon merupakan kerajaan islam pertama di Jawa barat. Kerajaan ini didirikan oleh salah satu sunan yaitu Sunan Gunung Jati. Cirebon adalah daerah kecil dibawah kekuasaan pajajaran, dimana kerajaan pajajaran hanya menempatkan satu orang juru labuhan disana yang mempunyai nama Pangeran Walasungsang. 

4. Kerajaan Banten
Kerajaan di Banten merupakan perluasan Islam yang dilakukan oleh kerajaan Cirebon yang dipimpin oleh Sunan Gunung jati. Perluasan wilayah itu dimulai dengan pendudukan Sunda oleh Sunan Gunung Jati pada tahun 1527 M.

Tahun 1522 Portugis mendapat persetujuan dari Kerajaan Pajajaran diperbolehkan membangun markas dagangnya di Sunda Kelapa. Hal ini sangat mencemaskan Kerajaan Demak, akan bahaya dari Portugis. Maka diutuslah misi dipimpin oleh Nasrullah atau Fatahillah, menantu Sultan Trenggana, Raja Demak. Misi ini disertai oleh pasukan dengan tujuan agar bandar-bandar pesisir utara Jawa Barat tidak jatuh ke tangan Portugis. Singkatnya tahun 1527, pelabuhan Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon berhasil dikuasai Demak.

Fatahillah sukses merebut tiga pelabuhan itu. Kemudian tahun 1552 Fatahillah menyerahkan penguasaan Banten kepada putranya Hasanuddin dengan Gelar Panembahan Banten. Fatahillah sendiri pergi ke Cirebon untuk menggantikan Pangeran Pasarean, putra Fatahillah yang berkuasa atas Cirebon. Tahun 1568 Hasanuddin memerdekakan diri, Banten lepas dari Kerajaan Demak. Ia menobatkan dirinya menjadi raja pertama kerajaan Banten.

Maulana Yusuf kemudian meninggal digantikan putranya Maulana Muhammad tahun 1580-1596 Masehi, dengan gelar Kanjeng Ratu Banten. Tetapi karena ia masih berumur 9 tahun, pemerintahan dikendalikan oleh mangkubumi, baru kemudian dewasa ia naik tahta. Tahun 1596, Banten melakukan usaha penaklukan terhadap Palembang, karena kerajaan Palembang dianggap saingan perdagangan terhadap Banten.

Pada tahun yang sama 1596, Armada dagang Belanda dipimpin oleh Cornelis de Houtman mendarat di Banten. Kedatangan Belanda menimbulkan keributan dan kegaduhan di Pelabuhan Banten. Sehingga tentara Kerajaan Banten mengusirnya dari Banten. VOC yang ingin memonopoli perdagangan berusaha merebut Banten.

Banten mencapai puncak kejayaan politiknya pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1683), ia sangat menentang kehadiran VOC di Banten yang memonopoli perdagangan. Banten merupakan pusat penyebaran agama Islam di wilayah barat Indonesia. Menurutmu, faktor apa yang melatarbelakangi dan mendorong para pedagang Belanda terlebih dahulu datang ke Kerajaan Banten?

Kerajaan Islam Pertama Di Sumatera


1. Kerajaan Samudera Pasai
Meskipun di awal tadi kita membahas Kerajaan Islam dari pulau jawa, namun yang menjadi kerajaan islam pertama di indonesia adalah kerajaan di kesultanan Samudera pasai (sumatera). 
Kerajaan ini terletak di pesisir timur laut Aceh. Kemunculan pertama kalinya diperkirakan pada abad ke-13 M, sebagai proses dari hasil Islamisasi daerah-daerah pinggir pantai disinggahi oleh para pedagang-pedagang muslim sejak pada abad ke-7, ke-8.

Bukti berdirinya kerajaan ini adalah dengan adanya nisan kubur yang terbuat dari batu granit asal Samudera Pasai. Dengan batu nisan tersebut dapat diketahui bahwa raja pertama kerajaan itu meninggal pada bulan Ramadhan tahun 696 H, yang diperkirakan bertepatan dengan tahun 1297 M.
Kerajaan ini didirikan oleh Laksamana Laut Mesir Nazimuddin Al-Kamil dari Dinasti Mamaluk. Raja pertama kerajaan ini adalah Marah Silu dengan gelar Malik Al-Saleh (1285-1297)  Hal ini dapat diketahui melalui tradisi Hikayat Raja-Raja Pasai, Hikayat Melayu, dan juga hasil penelitian atas berbagai sumber yang dilakukan sarjana-sarjana dari Barat, khususnya Belanda, seperti Snouck Hurgronye, J.P.Molquette, J.L.Moens, J.Hushoff Poll, G.P.Rouffaer, H.K.J.Cowan, dan lain-lain.

Setelah meninggalnya Malik Al-Saleh, digantikan oleh puteranya Muhammad Malik Al-Tahir yang memerintah dari 1297 hingga 1326. Pengganti selanjutnya adalah Sultan Ahmad dengan gelar Malik Al-Tahir. Menurut Ibnu Battuta, musafir dari Arab menyebutkan bahwa Sultan Ahmad dan masyarakat Samudera Pasai taat beragama. 

Para pejabatnya berasal dari Persia dan Mesir. Samudera Pasai adalah kota pelabuhan dagang penting menjadi tempat singgah kapal-kapal dagang asing dari Cina dan India. Perdagangan, pelayaran, dan pertanian merupakan sumber pendatan bagi Samudera Pasai dan berkembang dengan baik sehingga memberikan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.

2. Kerajaan Aceh Darussalam
Kerajaan Aceh terletak di daerah Aceh Besar. Disini pula terletak ibu kotanya. kerajaan Aceh berdiri pada abad ke-15 M, diatas puing-puing kerajaan Lamuri, oleh Muzaffar Syah (1465-1497). Dialah yang membangun kota Aceh Darussalam. Menurutnya pada masa pemerintahannya, Aceh Darussalam mulai mengalami kemajuan dalam bidang perdagangan karena saudagar-saudagar Muslim yang sebelumya berdagang dengan Malaka memindahkan kegiatan mereka ke Aceh, setelah Malaka dikuasai Portugis pada tahun 1511 M. sebagai akibat penaklukan Malaka Utara melalaui selat Karimata dari Portugis itu, jalan dagang yang sebelumaya dari laut Jawa ke Sunda dan menyusur pantai Barat Sumatera, kemudian ke Aceh. Dengan demikian Aceh ramai dikunjungi saudagar dari berbagai negeri seluruh dunia.

Sebenarnya masih banyak kerajaan ilslam di indonesia, belum kami terangkan juga tentang kerajaan islam yang ada di sulawesi dan kalimantan, namun karena sudah capek insyaAlloh akan kami update artikel ini pada lain kesempatan. doakan kami agar tetap semangat untuk memberikan artikel artikel berkualitas sehingga anda bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat. selalu cek artikel terbaru kami di www.beritauberita.com

Dibawah ini kami beri ringkasan tentang kerajaan kerajaan islam yang ada di indonesia.

1. Kerajaan-kerajaan Islam pertama di Sumatera
  • Samudera Pasai
  • Aceh Darussalam

2. Tumbuh dan berkembangnya kerajaan-kerajaan Islam di Jawa
  • Demak
  • Pajang
  • Mataram
  • Cirebon
  • Banten

3. Tumbuh dan berkembangnya kerajaan-kerajaan Islam di Kalimantan, Maluku, dan Sulawesi.

A.Kalimantan
  • Kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan
  • Kutai di Kalimantan Timur
B. Maluku

C. Sulawesi
  • Gowa
  • Tallo
  • Bone
  • Wajo
  • Soppeng
  • Luwu

Demikian semoga bermanfaat :D


Sumber : sabenggo1.blogspot.com dan tafsirhadits2012.blogspot.co.id